Rabu, 30 Maret 2016

KENYAMANAN

Nyaman. Setiap orang punya definisi masing-masing tentang nyaman. Setiap individu juga punya kriteria dan batasan tentang nyaman itu sendiri. Mungkin nyamannya mereka adalah ketika mereka merasa aman. Mungkin juga ketika mereka merasa tidak ada sekat diantaranya sehingga lebih memudahkan. Nyaman itu bukan suatu yang bisa diukur dengan angka. Nyaman itu kita sendiri yang bisa menentukannya.

Bukankah faktor kenyamanan adalah salah satu yang paling utama? Kadang, atau lebih seringnya kita sendiri sulit mencari kenyamanan itu. Mungkin, awalnya kita akan merasa nyaman. Namun, ketika terjadi suatu perubahan meskipun kecil pun dapat merubah kenyamanan tersebut menjadi ketidaknyamanan. 

Semarang, 30 Maret 2016

Senin, 21 Maret 2016

Ojo Sambat!

Akhir-akhir ini teman-temanku sering nyeletuk "Urip kok sambat terus" yang artinya adalah "Hidup kok ngeluh terus". Memang ya, manusia itu kalo dipikir-pikir lebih sering ngeluhnya daripada bersyukurnya. Dikasih tugas dosen ngeluh, laper ngeluh, cuaca panas ngeluh, hujan ngeluh, capek ngeluh, sibuk ngeluh, nggak ada kerjaan pun ngeluh, dan seterusnya...Ya, mungkin karena keinginan manusia itu tak ada batasnya, selalu seperti itu.
Mahasiswa itu tugasnya belajar, bukan? Lalu kenapa saat diberi soal-soal sama dosen, langsung ngeluh "Duh aku nggak ngerti apa-apa", "Soalnya susah banget sih". Padahal mereka belum berusaha sama sekali, membaca soal sampe selesai saja belum. Tapi mereka sudah dikalahkan rasa malas terlebih dahulu. Entah kenapa aku berfikir kalau rasa ingin berjuang manusia menurun bahkan ada yang hampir 0. Apa ya nggak mikirin orang tuanya, yang kerja banting tulang buat ngebiayain anaknya kuliah, berharap anaknya yang dikirim sekolah di luar kota itu belajar dengan baik dan akan menjadi orang yang berhasil. Mbokya berusaha dulu, coba dulu, kalau nggak bisa kan bisa minta ajarin sama temen. Paling nggak berusaha dikit lah ya. Manusia itu sekarang inginnya dapat sesuatu dengan cara yang instan, nggak mau kerja. Misalnya, kalau ada tugas nggak usah ngerjain, yang ngerjain temen aja biar dia bisa tetep ngerjain tanpa harus pusing-pusing dengan nyalin kerjaan temennya.
Kerja kelompok itu hanya mitos! Mungkin ungkapan itu sejauh ini masih benar menurutku. Misal saja satu kelompok ada 10 orang, paling yang ngerjain cuma 2 orang. Sisanya? Numpang nama doang. Kezel? Iya lah. Kita yang capek-capek ngerjain tapi nilainya sama dengan yang cuma numpang nama. Sebenernya kalo buat yang ngerjain juga nggak masalah, nggak rugi karena mereka lebih paham materinya.

"Mereka itu tidak bisa bukan karena bodoh tapi karena malas, tidak mau berusaha." 

Semarang, 21 Maret 2016

Selasa, 10 November 2015

SELAMAT DATANG!

Halo! Perkenalkan namaku Nurul Inayah biasa dipanggil YAYA. Aku lahir di Pati, Jawa Tengah dan sekarang aku sedang menempuh studi S-1 di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Aku suka sekali baking dan memasak. Sebenernya dulu aku pernah punya blog tapi lupa passwordnya dan belum ada niat dan kesempatan lagi untuk nge-BLOG. Hingga akhirnya kini sudah ada kesempatan dan niat, maka terciptalah blog ini. Hehe. Enjoy~